Kamis, 15 Agustus 2013

1 Corinthians 13 KASIH

IF I speak in the tongues of men and of angels, but have not love, I am only a noisy gong or a clanging cymbal.

And if I have prophetic powers, and understand all the secret truths and mysteries and possess all knowledge, and if I have faith so that I can remove mountains, but have not love (God's love in me) I am nothing.

Even if I dole out all that I have food, and if I surrender my body to be burned or in order that I may glory, but have not love (God's love in me), I gain nothing.

Love endures long and is patient and kind; love never is envious nor boils over with jealousy, is not boastful or vainglorious, does not display itself haughtily.

It is not conceited (arrogant and inflated with pride); it is not rude (unmannerly) and does not act unbecomingly. Love (God's love in us) does not insist on its own rights or its own way, for it is not self-seeking; it is not touchy or fretful or resentful; it takes no account of the evil done to it [it pays no attention to a suffered wrong].

It does not rejoice at injustice and unrighteousness, but rejoices when right and truth prevail.

Love bears up under anything and everything that comes, is ever ready to believe the best of every person, its hopes are fadeless under all circumstances, and it endures everything [without weakening].

Love never fails [never fades out or becomes obsolete or comes to an end]. As for prophecy ( the gift of interpreting the divine will and purpose), it will be fulfilled and pass away; as for tongues, they will be destroyed and cease; as for knowledge, it will pass away [it will lose its value and be superseded by truth].

For our knowledge is fragmentary (incomplete and imperfect), and our prophecy (our teaching) is fragmentary (incomplete and imperfect).

But when the complete and perfect (total) comes, the incomplete and imperfect will vanish away (become antiquated, void, and superseded).

When I was a child, I talked like a child, I thought like a child, I reasoned like a child; now that I have become a man, I am done with childish ways and have put them aside.

For now we are looking in a mirror that gives only a dim (blurred) reflection [of reality as in a riddle or enigma], but then [when perfection comes] we shall see in reality and face to face! Now I know in part (imperfectly), but then I shall know and understand fully and clearly, even in the same manner as I have been fully and clearly known and understood [ by God].

And so faith, hope, love abide [faith--conviction and belief respecting man's relation to God and divine things; hope--joyful and confident expectation of eternal salvation; love--true affection for God and man, growing out of God's love for and in us], these three; but the greatest of these is love.


Saat merenungkan perikop ini dalam sebulan ini, entah kenapa ada banyak hal yg Tuhan bukakan.
Dan Tuhan sedangkan mengajarkan arti kasih yang sebenarnya..
Bukan dari penampilan, bukan dari apa yang aku punya, bukan serohani saya, tapi semua itu keluar dari hati, respon hati dan buah2 yg keluar karena KASIH itu..

Iman dan pengharapan memang penting, tp yang terbesar dan paling penting adalah KASIH

Kamis, 01 Agustus 2013

God's Will

ketika saya berdoa untuk kehendak Tuhan mengenai masa depan saya dan doa2 saya untuk pasangan, saya berdoa supaya Tuhan beri saya firman peremaan mengenai ini. Dan ketika membuka alkitab tuhan beri saya ayat di 1 Tesalonika 5 : 16 - 18
"Bersukacitalah senantiasa, tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal, karena itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu"

Ada 3 hal yang Tuhan ingatkan saya, untuk saya lakukan :

1. Bersukacitalah Senantiasa
    
         Masa single adalah masa penantian, masa harap2 cemas, masa penuh kegalauan. masa dimana memikirkan siapa ya yg jadi pasangan saya? pria mana ya yang mau menikahi saya? tampangnya? modelnya? pekerjaan? keluarga? Belum lagi ketika berdoa buat seseorang, kita galao, apakah pria itu berdoa juga buat saya, apa dia suka saya juga? apa dia menginginkan saya sama seperti saya menginginkan dia? apa dia yang Tuhan mau? semua itu tidak dapat saya bayangkan. dan semua kegalauan inilah yang akhirnya merebut sukacita yang Allah kehendaki di masa single. Tuhan menginginkan sukacita saya penuh ketika saya single. Dia menginginkan saya untuk tetap bersukacita, tidak galao, tidak khawatir, tetapi menanti dengan penuh sukacita. Dan Bersukacitalah karena Tuhan.

2. Tetap Berdoa

           Tuhan mau untuk saya setia berdoa. Berdoa untuk calon pasangan saya, berdoa untuk keluarga saya, berdoa untuk teman2 saya dan berdoa untuk panggilan Tuhan. Dan Tuhan jg menginginkan saya untuk saya setia menabur dalam doa untuk pernikahan saya kelak. Saya mendapatkan satu statement, semakin banyak list doa saya, maka semakin banyak jg saya akan melihat mukjizat Tuhan dalam hidup saya...

3. Mengucap Syukur Dalam Segala Hal

     Yups, mengucap syukur atas apa yang saya miliki, mengucap syukur atas masa-masa single saya, dan terutama Tuhan menginginkan saya untuk mengucap syukur atas kondisi keluarga saya.Saya sering merasa cemas akan pernikahan saya, mungkin ada pria yang mau menerima saya, tp menerima keluarga saya??
kecemasan itu selalu menghantui saya. Tp, Tuhan mengingatkan untuk saya selalu bersyukur dengan keluarga saya, kondisi keluarga saya, karena dalam kondisi keluarga saat inilah Tuhan mendewasakan saya, menjadikan saya pribadi yg gak manja, cengeng, dan lemah. Bersyukur dengan kondisi keluarga saya, justru karena kondisi keluarga yang seperti inilah saya mengenal Tuhan lebih dalam lagi, dan saya mengalami begitu banyak mukjizat dalam hidup saya..

Thanks for The LORD JESUS CHRIST atas semua hal yang saya terima ini.
ini memang 3 hal yang basic banget. Sangat mendasar. Tp, Tuhan mau saya pegang 3 hal ini...