Well, akhirnya back to write my story again.
he..he..he..
Hari ini mau share apa yg dialami selama berbulan-bulan tidak menyentuh blog ini.
Beberapa bulan ini sedang bergumul dalam doa dan permohonan mengenai pasangan.
Jadi, I sedang berdoa dan mendapatkan seseorang bahwa "dia orangnya"
antara percaya tidak percaya. I tetap doakan dia dan banyak hal yg merasa bahwa Tuhan bukakan banyak hal kalau memang dia orangnya.
Antara senang dan ketakutan, dalam doa, berdoa tp takut kalau ini semua hanya pikiran dan perasaan saya sendiri bagaimana Tuhan? Kalau saya alami patah hati dan ternyata bukan dia, dan dia tidak mendapatkan kalau saya pasangannya, dan dia memilih wanita lain bagaimana? Bulan-bulan saya bergumul mengenai hal ini. Tp, entah kenapa saya mendapat iman dan dorongan untuk terus berdoa untuknya. Saat berdoa logika saya berbicara saya tidak dekat dengannya, apa mungkin?
Bahkan ketika saya dekat dengan seorang pria dikantor dan berdoa buat dia juga, tetap dia yg muncul di hati saya. Akhirnya saya memutuskan untuk berdoa buat dia. Sampai akhirnya saya jatuh dalam dosa imajinasi saya yg membuat saya tertuduh. Dan disaat itu pula ada suara2 lain yg meruntuhkan iman saya.
Sampai minggu ini saya ambil puasa untuk pasangan dan perasaan saya kedia, saya berpuasa selama 3 hari. Dan suatu malam Tuhan berbicara kalau saya harus menyerahkan semua keinginan saya. Tuhan bukakan bahwa saya hanya memakai pemikiran saya sendiri, dan malam itu Tuhan berbicara, kalau bukan dia dan Tuhan ternyata membawa seorang pria yg gendut gemana? (saya tidak suka pria gendut)
Sejak saat itu saya merasa ngeh kalau selama ini saya berdoa hanya berdasarkan keinginan saya sendiri, saya berdoa supaya Tuhan memilihkan pasangan untuk saya, bukan saya yg memilih dan ternyata didalam hati saya Tuhan membukakan kalau Tuhan bawa pria yg tidak sesuai dengan kriteria saya apakah saya siap dan mau menerima pria itu?
Hari itu saya diingatkan untuk tidak memikirkan bentuk fisik dan sebagainya tp berdoa untuk memiliki hati yg siap siapapun yg Tuhan bawa untuk saya. Yang pasti pria itu yg akan menjadi imam dan saya akan melakukan pekerjaan2 besar yg akan Tuhan percayakan untuk kami berdua.
Saya meletakkan sesuatu yg berharga dalam hidup saya diatas bukit pengorbanan saya dan saya rasa itu adalah persembahan yg terbaik bagiNYA. Saya masih berdoa untuk hati saya mengenai pria itu dan saya berdoa supaya Tuhan memurnikan hati saya. Kalau emang pria itu adalah pilihan Tuhan, Tuhan yg akan bertindak, dan jika bukan, Tuhan siapkan yg terbaik untuk saya. Saya menyerahkan keinginan saya akan pria itu diatas mezbah Tuhan, dengan iman Tuhan tau yg terbaik untuk saya, sekalipun saya tidak mendapatkan kembali Ishak saya, itu yg terbaik, DIA yg memiliki saya dan DIA yg berhak atas seluruh kehidupan saya.
